Tampilkan postingan dengan label samba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label samba. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 November 2012
Cara mudah setting smb di linux
Samba (server message block)adalah protokol file sharing dan printer sharing untuk menyaingi protokol yang telah ada yakni Novell ’s IPX-based.SMB ini merupakan protokol file sharing dan printer sharing pertama yang dapa berjalan pada mulai protokol:TCP/IP,Ne BEUI,IPX/SPX. Dengan kata lain SMB server dapat menggantikan posisi Novell server tanpa harus merubah infrastruktur dari jaringan itu sendiri.Disini penulis akan menjelaskan sekilas setting samba server di Open Suse 10.0 berikut ini adalah langkah2 nya
1. Pastikan bahwa samba server telah terinstall.
rpm -qa | grep samba
yast2-samba-server-2.13.9-8
samba-3.0.22-11
samba-client-3.0.22-11
kdebase3-samba-3.5.1-69
samba-vscan-0.3.6b-40
yast2-samba-client-2.13.18-4
samba-doc-3.0.22-16
samba-winbind-3.0.22-11
2. Buat direktori yang ingin kamu share tersebut, dalam contoh ini adalah /samba/share.
mkdir -p /samba/share
3. Edit file konfigurasi samba. Kalau di OpenSuse, adanya di /etc/samba/smb.conf. Di distro lain
mestinya sekitar /etc/ juga.
Di dalam file smb.conf ini telah terdapat bagian2 konfigurasinya, yaitu dengan tanda [Global], [homes],[printers] dll.
[global]
workgroup = HOME
server string = FSHARING
interfaces = 192.168.5.1
bind interfaces only = true
# printing = cups
# printcup name = cups
# printer admin = @ntadmin, root, administrator
map to guest = Bad User
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *password* %n\n *password* %n\n *changed*
passwd chat debug = Yes
unix password sync = Yes
logon script = profile.bat
logon path = \\N%\profiles\%u
logon drive = H:
logon home = \\N%\%u
domain logons = Yes
domain master = Yes
wins support = Yes
[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
browseable = Yes
read only = No
[share]
comment = share untuk semua user
path = /samba/share
read only = No
writeable = Yes
create mask = 0666
inherit permissions = Yes
comment = Intaller
path = /samba /source
read only = No
writeable = No
inherit permissions = No
#[printers]
#comment = All Printers
#path = /var/tmp
#printable = Yes
#create mask = 0600
#browseable = No
#[print$]
#comment = Printer Drivers
#path = /var/lib/samba/drivers
#write list = @ntadmin root
#force group = ntadmin
#create mask = 0664
#directory mask = 0775
Setelah itu di save dengan mengetikan perintah wq
4. Setelah bahwa samba akan otomatis hidup setiap komputer hidup.
chkconfig –level 345 smb on
chkconfig –level 345 nmb on
5. Copylah folder/file yang ingin kamu share ke dalam folder /samba/share itu. Jangan lupa di chown ke
user kamu dulu.
chown -R nobody:nogroup /samba/share
chmod 777 /samba/share
6. Langkah terakhir adalah mendaftarkan user di samba
useradd hendro
smbpasswd -a hendro
New SMB password *******
Retype New SMB password *******
Setelah konfigurasi selesai restartlah service samba dengan menjalankan perintah sbb /et/init.d/smb restart
Akhirnya selesai sudah setting nya mudahkan “SELAMAT MENCOBA”
Konfigurasi pdc di samba lengkap
Home
Berita & Kegiatan
Aktivitas
Sideblog
Tips, Tricks & Tutorial
Download
Linux & Open Source
OpenSUSE sebagai Primary Domain Controller (PDC) & File Server
Melakukan konfigurasi OpenSUSE menjadi Primary Domain Controller dan File Server adalah fungsi utama yang biasa dilakukan pada perusahaan yang ingin melakukan migrasi sistem servernya. Berikut adalah tutorial melakukan setting Samba pada OpenSUSE 10.2 agar OpenSUSE bisa bertindak sebagai pengganti Windows Server secara penuh. Artikel ini disumbangkan Vavai dan dirangkum dari 2 artikel terpisah pada blog Migrasi Windows Linux milik Vavai, yaitu “Samba Server sebagai Primary Domain Controller”
PERSIAPAN
- Install OpenSUSE 10.2.
Jika menggunakan distro linux lain tidak masalah. Mungkin ada beberapa perintah yang perlu disesuaikan.
- Buat Catatan Mengenai Beberapa Setting
Misalnya, nama domain yang akan digunakan. Dalam contoh ini saya menggunakan vavai.co.id. Jika perusahaan sudah memiliki PDC Windows Server yang sudah berjalan, cara paling aman adalah membuat domain baru yang mirip. Dalam kasus yang saya simulasikan kali ini, domain sebelumnya menggunakan vavai.com.
Pada dasarnya, hal ini untuk menghindari kemungkinan kalahnya Server Windows dalam memperebutkan posisi Primary Domain Controller melawan Server Linux yang baru kita buat. Takutnya, kita belum selesai melakukan setup server, ternyata Server Linux sudah mengumumkan dirinya sebagai PDC dan langsung meminta Windows Server berhenti berkuasa sebelum waktunya, hehehe…
Setting untuk memenangkan status sebagai PDC ada pada smb.conf yang akan kita konfigurasikan.
Contoh lain adalah untuk nama User Administrator (misalnya root password) dan lain sebagainya. Ini untuk menghindari gagalnya server Linux sewaktu disetup hanya gara-gara hal konyol ‘kelupaan password’ .
LANGKAH-LANGKAH
1. Install Komponen Samba
Komponen Samba Server dapat diinstall melalui YAST. Ketik saja “Samba” pada kotak pencarian, kemudian install komponen yang diperlukan.
2. Edit smb.conf
OpenSuSE secara default meneyimpan setting samba pada /etc/samba. Buka file /etc/samba/smb.conf dengan text editor dan replace isinya dengan setting sebagai berikut :
[global]
log file = /var/log/samba/log.%L
socket options = TCP_NODELAY IPTOS_LOWDELAY SO_SNDBUF=8192 SO_RCVBUF=8129
admin users = root
domain master = yes
time server = yes
logon home = \%L\profiles%u
netbios name = server
writeable = yes
usershare max shares = 100
server string = Server Utama – Samba %v on %L
invalid users = bin,daemon,sys,man,postfix,mail,ftp
workgroup = vavai.co.id
logon path = \%L\profiles%u
os level = 65
create mode = 777
add machine script = /usr/bin/useradd -d /dev/null -g samba-clients -s /bin/false -M %u
preferred master = yes
directory mode = 777
log level = 2
domain logons = yes
# gunakan logon path untuk Windows NT/200x/XP
# gunakan logon home untuk Windows 9x
;logon script = logon.bat
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
read only = no
[netlogon]
path = /srv/samba/netlogon
browseable = no
public = no
writeable = no
[profiles]
path = /srv/samba/profiles
writeable = yes
create mask = 0700
directory mask = 0700
browseable = no
[sharedata]
comment = data public
writeable = yes
invalid users = bin,daemon,sys,man,postfix,mail,ftp
path = /srv/share-data
[Accounting]
comment = Data Accounting
valid users = acct-01, acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,@it
create mode = 777
write list = acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,tono,acct-01
path = /local/data-msa/Accounting
directory mode = 777
[HRD]
comment = Data HRD
valid users = hrd-01, hrd-02, hrd-03,@it
path = /local/data-msa/HRD
Keterangan untuk masing-masing opsi :
[global] : Opsi Utama
log file : Lokasi log yang terkait dengan aktivitas Samba
socket options : Nggak tahu ini buat apa, lupa euy
admin users : Nama user yang bertindak sebagai Administrator
domain master : Bertindak sebagai master domain
time server : Bertindak sebagai server untuk pencocokan waktu
logon home : Nama direktori mapping user
netbios name : Nama yang tampil pada list My Network Places atau Network Neighborhood atau Samba
writeable : Permission
server string : Keterangan mengenai Server, berguna jika server > 1
invalid users : Nama User yang tidak boleh digunakan
workgroup : Nama workgroup / domain
logon path : Nama direktori logon script
os level : Level hak sebagai server domain controller. Rata-rata server Windows memiliki os level 32
create mode : Permission status untuk file yang baru dibuat di samba folder. Bisa disetup sesuai kebutuhan
add machine script : Script untuk penambahan client komputer
preferred master : bertindak sebagai master browser
directory mode : Permission status untuk folder yang baru dibuat di samba folder. Bisa disetup sesuai kebutuhan
domain logons : Menjadi PDC
Opsi Home, Netlogon dan Profiles digunakan untuk menyimpan konfigurasi setting masing-masing client.
Opsi Share Data, Accounting dan HRD adalah contoh folder yang dishare untuk user. Saya memberikan contoh dengan masing-masing perbedaan peruntukan.
[sharedata]
comment = data public
writeable = yes
invalid users = bin,daemon,sys,man,postfix,mail,ftp
path = /srv/share-data
[Accounting]
comment = Data Accounting
valid users = acct-01, acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,@it
create mode = 777
write list = acct-02,acct-03,acct-04,acct-05,tono,acct-01
path = /local/data-msa/Accounting
directory mode = 777
[HRD]
comment = Data HRD
valid users = hrd-01, hrd-02, hrd-03,@it
path = /local/data-msa/HRD
Folder Sharedata untuk semua user
Folder Accounting hanya untuk user acct-01 s/d acct-05 (buat user di samba)
Folder HRD diperuntukan untuk bagian HRD (user name hrd-01 s/d hrd-03)
comment : Keterangan mengenai share folder
valid users : User yang berhak mengakses
create mode : Permission untuk file yang baru dibuat, bisa diubah sesuai kebutuhan
write list : User yang berhak baca & tulis
Path : Lokasi fisik pada harddisk server
directory mode : Permission untuk folder yang baru dibuat, bisa diubah sesuai kebutuhan
Dalam contoh, saya menggunakan 2 folder fisik, yaitu /srv dan /local. Hal ini karena harddisk /srv hanya berkapasitas 70 GB jadi saya menambah harddisk baru berkapasitas 250 GB dan saya mount sebagai /local.
Konfigurasi untuk hak user samba dapat lebih mudah disetup menggunakan webmin. Nanti kita membahasnya pada sesi lain.
Setelah setting smb.conf dibuat dan disimpan, sekarang kita bisa meminta SuSE menjalankan samba. Berikan perintah :
service samba start
Jika sudah berjalan, kita bisa meminta samba untuk melakukan load konfigurasi ulang dengan :
service samba restart
OK, satu tahap instalasi sudah selesai. Sekarang kita pindah ke bagian setting client untuk akses.
- Menambah group khusus untuk nama komputer
groupadd machine
- Menambah nama komputer client (contoh : nama komputer = hrd, nama user : hrd-01)
useradd -g machine -s /bin/false hrd$
- Mengunci user yang bersangkutan
passwd -l hrd$
- Menambah komputer ke Samba
smbpasswd -a -m hrd –> pastikan nama komputer tanpa tanda $
- Menambah nama user lokal di server
useradd hrd-01
- Merubah password
passwd hrd-01
- Memasukkan user lokal kedalam user samba
smbpasswd -a hrd-01
- Membuat home folder di lokasi profiles, sesuaikan dengan nama user
cd /srv/samba/profiles
mkdir hrd-01
- Merubah kepemilikan home folder tersebut
chown hrd-01 hrd-01/
Setelah selesai membuat user dan konfigurasinya, kita tinggal melakukan koneksi komputer klien ke Server yang baru kita setup.
- Jika klien berupa SuSE Linux, kita bisa menggunakan YAST | Network Services | Windows Domain Membership untuk koneksi. Langkahnya mudah, tinggal ikuti wizard. Untuk distro Linux lain, biasanya bisa menggunakan KDE Control Center untuk bergabung dengan Samba.
- Jika komputer klien berupa Windows 98 atau ME, koneksi dilakukan pada properties network neighborhood seperti halnya koneksi ke server Windows
- Jika komputer klien berupa Windows 2000, koneksi dilakukan pada properties my computer dan isikan nama domain.
- Jika komputer klien menggunakan Windows XP lakukan sedikit modifikasi terlebih dahulu, berupa langkah-langkah :
1. Buka regedit
START | RUN | REGEDIT
2. Cari entry HKLM (HKEY_LOCAL MACHINE) – SYSTEM – CurrentControlSet – Service – Netlogon – Parameters
3. Klik pada windows sebelah kanan, klik kanan pilih New – DWORD value, namanya requiresignorseal, valuenya 0.
4. Kalau entry tersebut sudah ada namun bernilai 1, ganti menjadi 0
5. Tutup regedit
Setelah update registry selesai, kita bisa melakukan koneksi Windows XP ke Server Samba seperti halnya pada sistem operasi Windows 2000
Tambahan : Kita bisa melakukan proteksi pada file server agar tidak digunakan untuk menyimpan file dengan ekstensi tertentu. Jika kita menambahkan veto files = /*.mp3/*.avi/*.mpg/ pada file share samba, file share tersebut akan menolak penyimpanan file musik dan video.
SAMBA SERVER DALAM 30 MENIT
Samba adalah sebuah server yang bisa digunakan untuk sharing file dan printer. Anda bisa membuat sendiri sebuah server Samba dengan instalasi yang sangat mudah, bahkan bisa dilakukan hanya dalam 30 menit saja! Yang akan saya jelaskan berikut ini adalah instalasi Samba dengan sistem operasi CentOS (Linux) di sebuah CPU mulai dari nol alias kosongan.
Keuntungan menggunakan Samba dibanding Windows XP :
1. Jumlah koneksi user tidak terbatas. Di Windows XP Pro koneksi terbatas hanya 10 user saja.
2. Gratis!
Yang anda butuhkan :
1. Sebuah CPU, bisa Pentium 3 atau Pentium 4 dengan RAM (memory) yang cukup (disesuaikan dengan jumlah user/client)
2. Sebuah drive DVD.
3. Instaler CentOS versi 5 (download ISO file, dan burn ISO file tersebut ke dalam DVD)
Install CentOS dari DVD
1. Booting dari DVD CentOS yang telah di-burn
2. Lakukan instalasi CentOS sampai selesai
- Tidak perlu instal paket2 tambahan (seperti Desktop Gnome, Desktop KDE, Server, dsb..)
- Berikan IP static utk server tsb
3. Setelah proses instalasi selesai, komputer akan restart. Setelah itu masukkan login “root” dan passwordnya.
Sekarang kita akan menginstal paket Samba dari DVD CentOS
1. Agar DVD dapat dibaca (dibrowse isinya), maka harus di-mount dulu
mount -t auto /dev/dvdrw-hda /mnt
note:
- Drive yang saya pakai adalah DVDRW.
- Hasil dari command mount tersebut bisa dibrowse di directory /mnt
2. Edit file repository agar membaca dari DVD (directory /mnt)
nano /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo
3. Beri tanda remark (#) di baris mirrorlist dan baseurl. Kemudian tambahkan baris baseurl=file:///mnt dibawahnya
[base]
name=CentOS-$releasever - Base
#mirrorlist=http://mirrorlist.centos.org/?release=$releasever&arch=$basearch&re$
#baseurl=http://mirror.centos.org/centos/$releasever/os/$basearch/
baseurl=file:///mnt
Lakukan hal yang sama pada section [updates] dan [addons]
4. Instal Samba dengan command yum
yum -y install samba
5. Edit file konfigurasi Samba. Tapi sebelumnya kita amankan dulu file asli dari smb.conf menjadi smb.conf.backup
cd /etc/samba
mv smb.conf smb.conf.backup
nano smb.conf
dan isikan konfigurasi berikut :
[global]
log file = /var/log/samba/%m.log
name resolve order = wins lmhosts bcast
idmap gid = 16777216-33554431
socket options = TCP_NODELAY SO_RCVBUF=8192 SO_SNDBUF=8192
interfaces = 192.168.1.200/24
winbind use default domain = no
template shell = /bin/false
wins support = true
dns proxy = no
disable netbios = yes
netbios name = samba01
oplocks = no
server string = samba01
idmap uid = 16777216-33554431
workgroup = SERVER
os level = 20
security = user
max log size = 50
max connections = 0
[public]
comment = Public
path = /home/share
invalid users = nobody root
browseable = yes
writeable = yes
create mask = 0775
note:
- interfaces = ip address (sesuaikan dengan setting saat instalasi)
- netbios name dan server string = hostname komputer (dalam contoh ini “samba01″)
- path = lokasi share-directory (dalam contoh ini /home/share jika belum ada bisa dibuat dengan command mkdir /home/share
6. Buat user account CentOS
Your ads will be inserted here by
Easy AdSense.
Please go to the plugin admin page to paste your ad code.
useradd -g users adi
7. Tambahkan user ke samba
smbpasswd -a adi
lalu berikan password untuk user tersebut.
Anda bisa menambahkan user-user lainnya dengan mengulang langkah #6 dan #7 tersebut.
8. Buka port 137,138,139 di firewall (iptables) supaya samba bisa diakses dari Windows
nano /etc/sysconfig/iptables
lalu tambahkan baris berikut:
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m tcp -p tcp --dport 137:139 -j ACCEPT
-A RH-Firewall-1-INPUT -m state --state NEW -m udp -p udp --dport 137:139 -j ACCEPT
setelah itu restart iptables
/etc/init.d/iptables restart
8. Sekarang aktifkan samba
/etc/init.d/smb start
dan buat agar samba otomatis running saat startup:
chkconfig smb on
Cek apakah server Samba sudah aktif
1. Buka command prompt Windows (Start > Run > CMD)
2. Ketik: ping 192.168.1.200
3. Jika ada reply berarti server samba sudah aktif. Sekarang coba kita “ping” dengan menggunakan nama (hostname): ping samba01
4. Jika ada reply berarti sukses. Jika ternyata muncul “Request timed out.” kemungkinan firewall belum di-disable (lihat langkah #8 diatas)
Mengakses share-folder samba dari Windows
1. Buka Windows Explorer lalu di Address bar ketikkan nama server samba (di contoh ini \\samba01)
2. Masukkan username dan password yang telah ditentukan diatas
3. Akan tampil nama folder “public” seperti yang sudah diset di file smb.conf diatas.
Command-command penting Samba:
- Restart service samba : /etc/init.d/smb restart
- Mengetahui status user yang connect : smbstatus
Nah sekarang anda sudah bisa membuat sendiri server Samba. Gampang kan? Anda bisa menambahkan nama folder yang hendak dishare atau merubah setting lainnya di file smb.conf tersebut. Gunakan google untuk mencari referensi tentang samba yang lebih lengkap.
konfigurasi samba server pada linux ubuntu
konfigurasi samba server pada linux ubuntu
Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block). Jaringan yang semacam ini biasa dijumpai pada Windows workgroup atau Windows NT Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung antara Windows dan UNIX.
Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD dan NMBD. Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan. Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller, dan banyak fungsi lainnya.
Untuk Instalasi dan Konfigurasi Samba, bisa ikuti langkah-langkah di bawah ini :
Install paket samba dan kroni-kroninya:
apt-get install samba samba-common samba-doc winbind smbclient
Konfigurasi File
/ Etc / samba / smb.conf
sebagai berikut atau ganti isi file dengan code di bawah ini :
[Global]
workgroup = INFESTGROUP
netbios name = Khayat
server string =% h server (Samba, Ubuntu)
passdb backend = tdbsam
security = user
nama pengguna peta = / etc / samba / smbusers
Nama menyelesaikan order = menang bcast host
login domain = yes
menguasai disukai = yes
menang dukungan = yes # useradd script
menambahkan script pengguna = / usr / sbin / useradd-m% u
Script menghapus user = / usr / sbin / userdel-r% u
add group script = / usr / sbin / groupadd% g
delete Kelompok script = / usr / sbin / groupdel% g
menambahkan pengguna ke grup script = / usr / sbin / usermod-G% g% u
menambahkan script mesin = / usr / sbin / useradd-s / bin / false /-d / var / lib / tidak ada% u
idmap uid = 15.000-20.000
idmap gid = 15.000-20.000
# sync smb password woth linux password
program passwd = / usr / bin / passwd% u
chatting passwd = * Enter \ snew \ sUNIX \ spassword: *% n \ n * Ketik ulang \ snew \ sUNIX \ spassword:. *% n \ n
debug chatting passwd = yes
unix sandi sync = yes
# mengatur LogLevel
tingkat log = 3
[rumah]
komentar Depan =
pengguna valid =% S
read only = tidak ada
dibrowse = no
[netlogon]
comment = Jaringan Logon Layanan
path = / home / samba / netlogon
pengguna admin Administrator =
pengguna valid =% U
read only = no
[profile]
comment = User profiles
path = / home / samba / profiles
valid pengguna =% U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
= no dibrowse
Buat beberapa direktori berikut sebagai domain logon dan profile :
mkdir / home / samba
mkdir / home / samba / netlogon
mkdir / home / samba / Profil
mkdir / var / spool / samba
mod 777 / var / spool / samba /
Pemilik-R root: users / home / samba /
Mod-R 771 / home / samba /
Lalu me-restart layanan samba:
/ Etc / init.d / samba me-restart atau / etc / init.d / smbd me-restart
Ubah file / etc / nsswitch.conf, PADA Baris:
hosts: files dns menjadi host: files dns wins
Tambahkan beberapa client pada file / etc / hosts:
127.0.0.1 localhost
10.10.0.10 serang
lamuk 10.10.0.9
10.10.0.8 Inyong
Tambahkan user root kedalam user samba:
smbpasswd-a root
New SMB password:
Ketik ulang sandi baru SMB:
Buat file / etc / samba / smbusers lalu masukkan dengan:
root = Administrator
mengartikan bahwa user root = user administrator pada windows
Sekarang kita coba, apakah konfigurasi sudah benar :
smbclient-L localhost-U%
akan menghasilkan :
Domain=[INFESTGROUP] OS=[Unix] Server=[Samba 3.3.2]
Sharename Type Comment
——— —- ——-
netlogon Disk Network Logon Service
allusers Disk All Users
IPC$ IPC IPC Service (khayat-desktop server (Samba, Ubuntu))
my picture Disk
musik Disk
Domain=[INFESTGROUP] OS=[Unix] Server=[Samba 3.3.2]
Server Comment
——— ——-
INDRA khayat-desktop server (Samba, Ubuntu)
Workgroup Master
——— ——-
INFEST INFEST
INFESTGROUP KHAYAT
Lalu kita setup domain group untuk windows, jalankan perintah :
net groupmap memodifikasi ntgroup = "Domain Admins" unixgroup = root
bersih groupmap memodifikasi ntgroup = "Pengguna Domain" unixgroup = pengguna
bersih groupmap memodifikasi ntgroup = "Tamu Domain" unixgroup = nogroup
Tambahkan user linux dan user samba dengan cara:
useradd lamuk-m-G users
smbpasswd-a lamuk
Ubah ini pada / etc / samba / smb.conf, tambahkan baris berikut:
[ALLUSERS]
comment = All Users
path = / home / saham / ALLUSERS
berlaku users = @ pengguna
kekuatan kelompok = pengguna
membuat topeng = 0660
directory mask = 0771
writable = yes
Restart samba:
/ Etc / init.d / samba me-restart atau / etc / init.d / smbd me-restart
Langkah terakhir adalah memanggil shared folder dari komputer lain dalam jaringan :
smb :/ / serang / www-data /
atau Windows OS dengan cara:
- click kanan pada mycomputer
- pilih computer name lalu change
- masukan domain PDC pada bagisn domain
- akan muncul windows yang meminta memasukan user dan password, pada langkah ini masukan user root dan password samba untuk user root
- OK
- akan muncul bahwa kita sukses menjoinkan mesin windows ke PDC linux
Untuk konfigurasi berbasis GUI bisa memakai :
apt-get install system-config-samba
samba untuk pemula
Sharing File dengan Samba
Table of Contents
Pendahuluan
File Konfigurasi
Setting Server
User
Membuat Share Baru
Pendahuluan
Samba adalah implementasi dari SMB protocol yaitu protocol yang digunakan oleh sistem operasi MS seperti MS Windows untuk men-sharing file dan printer. Dengan SMB anda bisa mengakses file & printer yang di-share oleh komputer Windows atau men-share file & printer di komputer linux anda.
Setting samba adalah topik yang luas sekali sehingga artikel ini hanya membahas cara membuat samba server anda bisa dikenali oleh komputer lain (Windows 9x) dan bagaimana membuat share baru.
Untuk lebih memudahkan settingnya menggunakan linuxconf yaitu berbagai macam setting yang ada dibawah Config -> Networking -> Server tasks -> Samba file server.
File Konfigurasi
File konfigurasi untuk samba adalah /etc/smb.conf yang formatnya seperti format ini file yaitu:
[blok]
keyword = nilai
keyword lain = nilai lainnya juga
; Komentar
# Juga tipe komentar
Dengan blok utama yaitu global untuk setting server dan default bagi share, homes untuk default bagi share tiap user dan printers untuk setting sharing printer. blok lainnya merupakan setting untuk share. Untuk lebih jelas tentang smb.conf dapat anda baca di man smb.conf dan dokumentasi samba (/usr/doc/samba-*/).
Setting Server
Ada beberapa hal yang perlu anda set agar server anda bisa dikenali di jaringan Microsoft Network Neighbourhood. Settingnya terdapat di dialog Default dibawah Config -> Networking -> Server tasks -> Samba file server.
Yang perlu diset adalah:
Workgroup
Isi dengan nama workgroup yang sesuai dengan jaringan anda
Netbios name
Isi dengan nama server defaultnya sama dengan hostname
Encrypted password required
Cek jika client anda Windows 9x
Authentification mode
Anda bisa pilih share atau user tapi saya pilih share karena lebih flexible seperti bisa menggunakan smbuser dan bisa membuat share yang tidak ada passwordnya.
User
Untuk mengakses share yang di export oleh samba user name di Windows harus sama dengan username di linux tetapi satu hal bahwa passwordnya tidak sama dengan password linux. Untuk mengeset passwordnya pertama-tama root harus menjalankan smbpasswd -a namauser dan memasukkan passwordnya dan kemudian user bisa mengubah password tersebut dengan menjalankan smbpasswd. Kalau rootnya lagi bosen ngarang password bisa juga ngejalanin smbpasswd -an namauser sehingga usernya ditambah dengan passwordnya kosong.
Kalau anda coba akses komputer linux yang ada sambanya dari Network Neighbourhood anda bisa melihat ada share dengan nama yang sama dengan nama user. Ini adalah salah satu feature samba yaitu otomatis men-share home direktori user dengan nama usernya sebagai nama share.
User Aliasing dengan /etc/smbusers
Anda bisa membuat alias user dengan menambahkan nama user dan aliasnya ke file /etc/smbusers dengan format:
user_unix = alias1 alias2 alias3
Contoh /etc/smbusers:
Unix_name = SMB_name1 SMB_name2 ...
root = administrator admin
nobody = guest pcguest smbguest
zakaria = zk za
indra_t = in
herman = hy
Perlu diperhatikan kalau anda mengakses server samba dengan user yang merupakan alias, walaupun share home direktorinya tidak muncul anda bisa mengaksesnya dengan mengetikkan //linux/user di kotak explorer untuk server samba linux dan user namanya user.
Membuat Share Baru
Untuk membuat share baru kita menggunakan dialog Disk Shares dibawah Config -> Networking -> Server tasks -> Samba file server. Di dialog ini kita bisa melihat semua share yang ada dan kita bisa mengedit atau menghapus share yang ada dengan menekan Enter pada share yang diinginkan. Untuk menambah share pilih Add dan akan keluar dialog Share setup.
Untuk membuat share anda harus mengisi Share name dengan nama share yang diinginkan, Directory to export dengan direktori yang ingin di-share dan jangan lupa mencawang checkbox This share is enabled dan Browsable agar share anda bisa terlihat di Network Neighbourhood. Selain itu ada baiknya mengisi Comment/description dengan deskripsi dari share.
Kalau anda hanya mengisi diatas share anda telihat di daftar share samba tetapi tidak bisa diakses oleh siapapun. Ada dua cara membuat sebuah share bisa diakses. Pertama share itu public sehingga bisa diakses siapapun tanpa memerlukan password berguna misalnya untuk sharing MP3. Cara lain adalah share itu memerlukan username dan password.
Untuk membuat share public cukup dengan mencawang checkbox Public access. Defaultnya aksesnya adalah hanya read only agar user bisa menambah, menghapus atau mengubah file anda harus mencawang checkbox Writable.
Sedangkan untuk membuat share yang memerlukan username & password anda tinggal memasukkan daftar pengguna yang boleh mengakses ke Valid users. Daftar pengguna berisi nama-nama pengguna yang dibatasi oleh koma. Selain itu juga bisa berisi nama group jika diawali dengan @ misalnya @finance. Seperti juga share public anda harus mencawang Writable agar pengguna bisa menambah, menghapus dan mengubah file yang ada di share tersebut.
Setting samba
Install Samba
ketik di terminal
# zypper install samba
tunggu sampai proses instalasi selesai
Buat link sistem startup untuk samba dan start samba
ketik di terminal
# systemctl enable smb.service
# systemctl start smb.service
Tambahkan shares untuk samba
akan dibuatkan direktori shares yang bisa diakses oleh semua users
ketik di terminal
# mkdir -p /home/shares/allusers → membuat directory untuk sharing file
# chown -R root:users /home/shares/allusers/
# chmod -R ug+rwx,o+rx-w /home/shares/allusers/
Menambahkan all users di file konfigurasi smb
Ketik di terminal
# vi /etc/samba/smb.conf
setelah itu tambahkan
pada [global]
workgroup = domain_anda.com
[allusers]
comment = All Users
path = /home/shares/allusers
valid users = @users
force group = users
create mask = 0660
directory mask = 0771
writable = yes
Lalu Esc :wq untuk menyimpan
lakukan langkah yang sama jika anda ingin menambahkan direktori dan user sesuai kebutuhan and
Restart Samba
Kita perlu restart samba untuk membuat konfig yang kita ditambahkan di samba berjalan
ketik di terminal
# systemctl restart smb.service
Tambahkan dan atur users
Pada contoh akan ditambahkan user uki, dapat ditambahkan user dengan nama sesuai kebutuhan.
ketik pada terminal
# useradd tom -m -G users
set password untuk uki di linux (digunakan untuk login di sistem linux) :
# passwd uki
-> masukkan password untuk user baru di linux
Sekarang tambahkan user untuk database user samba :
# smbpasswd -a uki
-> masukkan password untuk user baru di samba
Masuk ke direktory Sharing samba
sekarang anda dapat masuk ke direktory yang di share samba
dari komputer windows atau klien linux anda dengan address alamat ip yang telah disetting di konfigurasi bind atau dengan alamat domain dengan mengetikan
smb:/nama_user@nama_domain.com atau smb://nama_user@alamat_ip pada aplikasi xplore file diLinux atau \\nama_domain.com\nama_user atau \\alamat_ip\nama_user di xplore pada windows dan masukkan password sesuai nama user.
Installasi dan setting samba server di Linux
Installasi dan setting samba server di Linux
Instalasi dan Konfigurasi Samba Server
======================================
Dibuat oleh hari-huhui dengan menggunakan vi editor
Pengantar:
Dokumentasi ini berisi tentang bagaimana cara menginstall dan mengkonfigurasi samba server pada Linux Redhat 6.2 Server. Dokumen ini hanyalah dokumen teknis yg dibuat dengan tujuan "minimal jalan", tanpa dilengkapi dengan security atau optimasi. So, jika ada yang salah CMIIW yaaa :) (hehehehe)
Instalasi samba dilakukan dengan cara:
# rpm -Uvh samba-2.0.6-9.i386.rpm samba-client-2.0.6-9.i386.rpm samba-common-2.0.6-9.i386.rpm --force --nodeps
Mengeset samba server:
Editlah file smb.conf yang terletak di /etc/smb.conf
1. Untuk security level = share (tidak membutuhkan password dalam mengakses samba):
pastikan ada script ini:
security = share
domain master=yes
domain logons=yes
encrypt password=yes
security = share
lalu tentukan nama direktori yg dishare beserta pathnya (direktori yang ingin disharing) dengan option-optionnya.
contoh:
[my share]
comment = multimedia stuff
path = /home/master
public = yes
writeable = yes
2. Untuk security level = user (butuh password ketika mengakses samba):
sama dengan di atas, namun pada baris security isikan dengan kata user (security = user).
Lalu under command prompt (masuk ke shell) tambahkan beberapa user yang telah tercantum di /etc/passwd ke dalam file /etc/smbpasswd dengan cara:
smbpasswd -a -n
contoh:
[root@ltsp etc]# smbpasswd -a -n hari
Kita dapat mengakses samba server dari komputer windows, dengan menggunakan login hari dan dengan mengisikan password hari yang terdaftar di komputer linux.
Secara default user yg ditambahkan ke /etc/smbpasswd tidak memiliki password, kita bisa mengisinya dengan mengetikkan:
# smbpasswd
contoh:
[root@ltsp etc]# smbpasswd hari
3. Mounting file-file yang dishare di windows dari komputer linux
a. Mounting file2 yg ada di windows (dalam satu workgroup):
mount -t smbfs -o username=..., password=... //nama-komputer-windows/direktori-yg-dishare /mnt/mount-pointnya
contoh:
[root@ltsp etc]# mount -t smbfs -o username=guest,password=nedcom //"Kang andi"/nedcom /mnt/net
b. Berbeda workgroup:
mount -t smbfs -o username=...,password=..., workgroup=... //nama-komputer-windows/direktori-yg-dishare /mnt/mount-pointnya
contoh:
[root@ltsp etc]# mount -t smbfs -o username=hari,password=hehehe,workgroup=Lab-siskom //optik/master /mnt/net
4. Menggunakan smbclient
smbclient -L = untuk melihat direktori yang dishare di komputer windows
smbclient /// = masuk ke komputer windows pada direktori yang dishare dengan menggunakan format server ftp.
contoh:
[root@ltsp etc]# smbclient -L text
[root@ltsp etc]# smbclient //text/aborsi
Install server samba di ubuntu 11.10
Install server samba di ubuntu 11.10
Cara menginstall server samba di ubuntu, cara ini biasaya saya pergunakan untuk berbagi file kepada user lain baik dengan yang OS sejenis ataupun berbeda.
#Tutorial Install Samba Server
Tutorial dilakukan pada sistem operasi linux ubuntu
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
Masuk sebagai root
softholic@softholic:~$ sudo su
[sudo] password for softholic:
root@softholic:/home/softholic#
Install server samba
root@softholic:/home/softholic# apt-get install samba
Edit file smb.conf yang berada pada lokasi /etc/samba/smb.conf
root@softholic:/home/softholic# nano /etc/samba/smb.conf
Hapus lambang pagar (#) pada bagian security = user
####### Authentication #######
# "security = user" is always a good idea. This will require a Unix account
# in this server for every user accessing the server. See
# /usr/share/doc/samba-doc/htmldocs/Samba3-HOWTO/ServerType.html
# in the samba-doc package for details.
# security = user
security = user
Restart service pada samba
root@softholic:/home/softholic# /etc/init.d/smbd restart
Buat direktori yang ingin dipergunakan untuk melakukan share data kepada user lain
root@softholic:/home/softholic# mkdir share
Ubah permision folder agar bisa diakses user lain
root@softholic:/home/softholic# chmod 777 share/ -R
chown -R root:samba-softholic /home/softholic/share
Edit file smb.conf untuk menentukan pengaturan lokasi dan batasan user, tambahkan bagian dibawah ini pada smb.conf
[softholic_share]
comment = Softholic Share
path = /home/softholic/share
public = yes
writeable = yes
directort mask = 0771
create mask = 0660
valid users = @samba-softholic
force group = samba-softholic
Restart service pada samba lagi
root@softholic:/home/softholic# /etc/init.d/smbd restart
Buat group yang nantinya dipergunakan sebagai user samba
root@softholic:/home/softholic# useradd yudha -m -G samba-softholic
useradd: group 'samba-softholic' does not exist
Jika group belum dibuat, buat dengan cara menambahkan group pada lokasi /etc/group
root@softholic:/home/softholic# nano /etc/group
Tambahkan seperti yang dibawah, angka 128 merupakan group id.
group id dibuat bebas asal tidak sama dengan yang sudah ada.
samba-softholic:x:128:
Jika group sudah ditambahkan lalu tambahkan user
root@softholic:/home/softholic# useradd yudha -m -G samba-softholic
Buat password untuk user yang sudah ditambahkan
root@softholic:/home/softholic# passwd yudha
Enter new UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
root@softholic:/home/softholic#
Tambahkan user untuk samba
root@softholic:/home/softholic# smbpasswd -a yudha
New SMB password:
Retype new SMB password:
Referensi link :
http://www.samba.org/
http://www.howtoforge.com/ubuntu-10.04-samba-standalone-server-with-tdbsam-backend
Setting Up A Samba Server with Windows XP Clients
Setting Up A Samba Server with Windows XP Clients
First Setting up the Samba Server:
1) For setting up samba server configure smb.conf file which is usually found under /etc/samba/ directory.
Notes: After changing smb.conf always restart the samba server
Commands to be used:
./smbd stop
./smbd start
2) Changes to be done in the smb.conf file are
Notes:
a) Whenever you modify this file you should run the command "testparm" to check that you have not made any basic syntactic errors.
b) Read the smb.conf man page to understand the various parts of the file
In the Global section [global] the significant entries are:
[global]
logon drive = p: // Here you can set the drive letter
encrypt passwords = yes
/* To allow only specific hosts who can connect to server below entry is used make sure localhost is added */
hosts allow = IP-address, 127.0.0.1/255.255.255.0
logon home = \\netbiosname\%U // home directories will be mounted as the user logs on.
passwd program = /usr/bin/passwd %u
wins support = yes //Enable the windows support
dns proxy = no
netbios name = wealhtheow //Set the netbiosname
netbios aliases = rch01 //Set the alias, this is optional
unix password sync = No //Sync the unix passwords
(Samba (actually 'smbd') makes use of the file 'smb.conf' to know about its configuration. During installation of samba, smb.conf is created in the directory '/etc/samba' by default. But in FreeBSD all the system configuration files are put in the directory /usr/local/etc/. There were two smb.conf files that were existing on this system and therefore a link was created from /etc/samba/smb.conf to the actual file used by FreeBSD which is /usr/local/etc/smb.conf. This was done to make sure that the Samba server uses the correct version of the configuration file. To resolve the passwords problem, the smb.conf file was modified to remove synchronization between the Samba and Unix passwords.)
logon path = \\rch01\profiles\%U // This will tell the server where to place the home directories
workgroup = rch.uky.edu // Workgroup to be used, all clients should have the same workgroup
os level = 64 // set the OS level
// Below entries are important in order to tell that Samba server is the domain controller
domain logons = yes
pam password change = yes
preferred master = yes
domain master = yes
local master = yes
In the [homes] section the following entries are important :
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
writable = yes
valid users = %S
read only = no
create mode = 0600
directory mode = 0700
logon home = \\rch01\%U // This tells where is the home directory for the user
hide files = /*.pst/
In the [profiles] section the path variable tells where the profiles are to be placed and make sure the directories are created with right names
[profiles]
create mode = 0600
directory mode = 0700
path = /home/samba/profiles/
profile acls = yes
read only = no
writable = yes
Configuring the Windows XP Client:
Notes : Only Windows XP-Professional Edition can join the Domain, it does not work for WindowsXP-Home Edition.
STEPS:
1) Make sure that the workstation belonged to the same workgroup as the server and have a fixed IP address and hostname assigned.
2) Change the registry entry, run the command regedt32 and do the below
a) RequireSignOrSeal Registry hack
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\netlogon\parameters
"RequireSignOrSeal"=dword:00000000
b) Use the Registry Editor and edit the
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\System\CompatibleRUPSecurity to have the DWORD value of 1
3) Use the Group Policy Editor (gpedit.msc) and enable "Computer Configuration\Administrative Templates\System\User Profiles\Do not check for user ownership of Roaming Profile Folders".
4) Go to MyComputer right click Properties. Go to Change and click on Domain and enter the domain-name you want to join. When joining the domain for the First time enter userid as root and give the samba password. Make sure there is an entry for the root in the smbpasswd (samba password) file.
5) Reboot and then the changes will be effective.
Langganan:
Postingan (Atom)